Maret 14, 2026

SMP NEGERI 3 BABAT

Sekolah Adiwiyata Nasional

Siswa-siswi SMP Negeri 3 Babat Antusias Mengikuti Simulasi TKA (Tes Kemampuan Akademik) 2026

Siswa-siswi Kelas 9 SMP Negeri 3 Babat Antusias Mengikuti Simulasi TKA (Tes Kemampuan Akademik) 2026

Babat, 24 Februari 2026


Sebanyak 111 siswa SMPN 3 Babat mengikuti kegiatan Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digelar hari ini di laboratorium komputer sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kesiapan mental dan teknis para siswa sebelum menghadapi ujian yang sesungguhnya.

Kepala SMPN 3 Babat Ibu Yuli Widdyati, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan bahwa simulasi ini merupakan langkah awal untuk memastikan seluruh siswa kelas IX terbiasa dengan sistem ujian berbasis digital serta format soal yang menitikberatkan pada penalaran.

Pelaksanaan simulasi dibagi menjadi tiga bagian utama yang dirancang untuk menguji aspek kognitif maupun non-kognitif siswa:

Subtes 1: Latihan
Pada tahap awal, siswa diberikan waktu untuk beradaptasi dengan antarmuka sistem. Langkah ini penting untuk meminimalisir kendala teknis saat pengerjaan soal inti.

Subtes 2: Bahasa Indonesia dan Literasi
Fokus utama pada subtes ini adalah kemampuan siswa dalam memahami, menganalisis, dan mengevaluasi teks. Literasi menjadi komponen vital dalam TKA untuk mengukur sejauh mana siswa mampu menyerap informasi secara kritis.

Subtes 3: Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar)
Sebagai penutup, siswa mengisi survei terkait kondisi lingkungan sekolah. Data ini digunakan untuk memotret iklim belajar-mengajar serta kualitas fasilitas pendukung di SMPN 3 Babat.

Meski sempat terlihat tegang di awal, ke-111 peserta tampak fokus di depan layar monitor masing-masing. Salah satu perwakilan siswa mengaku bahwa simulasi ini sangat membantu dalam memetakan durasi waktu pengerjaan soal yang cukup menantang.

Dengan terlaksananya simulasi ini, pihak sekolah berharap hasil evaluasi nanti dapat menjadi acuan bagi guru untuk memberikan pendalaman materi pada area-area yang masih memerlukan peningkatan, khususnya pada sektor literasi.