Mei 18, 2024

SMP NEGERI 3 BABAT

Sekolah Adiwiyata Nasional

GURU DAN SISWA FULL PERJUANGAN

Reportase : Bapak Ahmad Fanani Mosah

“Lembaga SMP Negeri 3 Babat ini milik pemerintah, tapi gayanya seperti pondok pesantren…”, setidaknya inilah kata-kata yang terngiang, yang pernah diucapkan KH.Saerozi (almarhum). Pemangku ponpes Moropelang Babat itu menyampaikan rasa bahagianya ketika diundang untuk ceramah muludan di SMPN 3 Babat. Beberapa minggu setelah memberi tausiyah, Gus Saerozi kapundut.
Memang nuansa pesantren hingga kini diperkuat lagi seiring dengan penerapan karakter religius kepada siswa-siswinya. Teknisnya : setiap jumat malam sabtu murid-murid putra dan putri giliran menginap di sekolahan. Pusat kegiatannya di musholla attarbiyah, yang berornamen ala Masjid Demak dan ukiran Bali.
Murid-murid membawa bekal sendiri dari rumah, untuk makan malam di sekolah. Teknisnya dimakan secara berbarengan dengan diawali doa bersama. Inilah warna kebersamaannya. Boleh jadi sesama teman saling tukar/mencicipi menu/lauk-pauk teman yang lain. Maka terciptalah kerukunan yang mantap.
Materi- materi keagamaan disampaikan secara bergiliran dari pembina yang satu dengan pembina yang lain. “Pembinaan dimulai dari ibadah sholatnya. Disamping sholat wajib, ada juga sholat sunnat (qobliyah – ba’diyah) dan qiyamul lail (sholat malam/sholat tahajud) diteruskan dengan sholat witir. Jadi santri di SMPN 3 ini banyak sholatnya” kata Ustadz Syech Puji dalam suatu kesempatan berbincang dengan reporter website ini.
Sementara kepala SMPN 3 Babat, menyampaikan bahwa para guru di sini penuh perjuangan. “Saya salut kepada para pembina, dengan penuh ikhlas, kompak, memberi materi pembinaan dan mendampingi setiap kegiatan semalam penuh. Tidak tidur, demi menjaga anak didiknya. Ini mereka lakoni tanpa bayaran. Justru beliau para pembina damping rela mengeluarkan koceknya untuk beli camilan dan dimakan bersama-sama…” ungkap Kacung Budi Santosa, orang nomor 1 di lembaga yang bermarkas di jalan Raya Gembong itu.
Harapan semua pihak, setidaknya ada bekas yang menempel di hati murid-murid yang kemudian bisa mencerminkan karakter yang baik.
Tak kurang-kurangnya Pak Kacung Budi menyampaikan ucapan terimakasih kepada para panitia, pemberi materi dan pembina damping yang bersusah-payah berjuang dengan penuh pengabdian serta dedikasi yang tinggi. “Semoga amal kebaikan mereka dibalas Alloh dengan hal-hal yang lebih baik lagi…!” tutur Pak Kacung, kepsek dalam suatu rapat koordinasi. ===