Juli 30, 2026

SMP NEGERI 3 BABAT

Sekolah Adiwiyata Nasional

Tim KKN BBK 8 Universitas Airlangga Kembali Memberi Edukasi Tentang AI untuk Murid SMP Negeri 3 Babat

Tim KKN BBK 8 Universitas Airlangga Kembali Memberi Edukasi Tentang AI untuk Murid SMP Negeri 3 Babat

BABAT, 29 Juli 2026


Murid SMP Negeri 3 Babat dengan antusias menyambut kunjungan Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga. Kehadiran mereka membawa program Edusmart Digital bertajuk “Menjadi Generasi Pintar, Bijak, dan Aman Bersama AI” untuk memberikan pengetahuan serta sikap yang perlu dilakukan di zaman digital ini. Program ini dirancang khusus untuk menjembatani kesenjangan literasi digital di tingkat sekolah menengah, mengingat teknologi kecerdasan buatan kini telah menyentuh berbagai lini kehidupan remaja, mulai dari alat bantu belajar hingga media sosial. Dalam sesi interaktif tersebut, para mahasiswa memaparkan materi dengan metode yang menyenangkan, termasuk demonstrasi langsung mengenai cara kerja AI dan pengenalan platform edukatif yang dapat mendukung proses belajar mengajar di kelas.

Kegiatan edukasi ini didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Dwi Yuli Pujiastuti, S.Pi., M.P. Melalui kegiatan ini, para murid diharapkan mampu untuk memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijak dalam kehidupan sehari-hari. Selain mendorong pemanfaatan sisi positif teknologi, sosialisasi ini juga memberikan penekanan kuat pada aspek keamanan siber, perlindungan data pribadi, serta pentingnya menyaring informasi guna menghindari dampak negatif seperti penyebaran hoaks. Pihak sekolah pun memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif nyata ini, dengan harapan kolaborasi akademis semacam ini dapat terus berlanjut demi menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga adaptif dan bertanggung jawab di era digital yang dinamis.

Dalam pelaksanaannya, Tim KKN BBK 8 Universitas Airlangga membagi materi menjadi tiga pilar utama, yaitu pengenalan dasar teknologi AI, pemanfaatan positif untuk mendukung proses belajar di sekolah, serta mitigasi risiko terhadap dampak buruk internet. Para mahasiswa menggunakan pendekatan visual yang interaktif dan contoh kasus nyata yang dekat dengan kehidupan remaja, seperti algoritma rekomendasi pada media sosial dan cara kerja mesin pencari pintar, guna mempermudah pemahaman para siswa. Sesi pengenalan interaktif ini memicu rasa ingin tahu yang besar, terbukti dari banyaknya siswa yang aktif melontarkan pertanyaan kritis mengenai batasan penggunaan AI dalam mengerjakan tugas sekolah. Menanggapi hal tersebut, tim pemateri menekankan bahwa kecerdasan buatan seharusnya diposisikan sebagai mitra diskusi atau alat bantu riset awal, bukan sebagai pengganti proses berpikir kreatif dan tugas mandiri yang menjadi tanggung jawab utama seorang pelajar.

Selain membahas fungsi akademis, edukasi ini juga menyoroti aspek keamanan digital yang krusial bagi anak usia remaja, termasuk pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi saat berinteraksi dengan platform berbasis AI. Para siswa diberikan panduan praktis mengenai cara mengenali informasi palsu atau hoaks yang dihasilkan oleh teknologi manipulasi digital, sehingga mereka dapat menjadi pengguna internet yang lebih skeptis secara sehat dan bertanggung jawab. Pihak otoritas sekolah menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan bahwa literasi teknologi mutakhir seperti AI memang sangat mendesak untuk memperkenalkan kepada siswa sejak dini guna melengkapi kurikulum konvensional. Mereka berharap materi yang disampaikan oleh para mahasiswa Universitas Airlangga ini dapat memotivasi para guru untuk turut mengintegrasikan pemanfaatan teknologi pintar dalam metode pembelajaran harian di kelas.

Sebagai penutup rangkaian acara, Tim KKN BBK 8 mengadakan kuis interaktif berhadiah yang diikuti oleh seluruh peserta dengan penuh keceriaan untuk menguji kembali pemahaman materi yang telah dipaparkan. Melalui sinergi akademis ini, Universitas Airlangga berharap dapat terus berkontribusi nyata dalam mencetak generasi muda daerah yang tidak hanya cakap digital, tetapi juga memiliki benteng etika yang kuat di era kecerdasan buatan.

About The Author